Monday, 28 Nov 2016

02 November 2016

Produk Data Aksara Matra Dijadikan Standar Bagi Pengembangan Teknologi SmartCard Nasional

Produk Data Aksara Matra Dijadikan Standar Bagi Pengembangan  Teknologi SmartCard Nasional

(Ki-Ka) Aditya Riyadi Soeroso, Dirut Data Aksara Matra,  Hasnil Fajri, Direktur & CMO Data Aksara Matra, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, Rektor ITB, dan Dr.Yanuar Nugroho, Deputy II Kantor Staf Presiden. 

 

Jakarta,iKreatifonline.com—Produk Teknologi Informasi yang dikembangkan oleh PT. Data Aksara Matra dipilih dan dijadikan rujukan Standar untuk pengembangan Solusi Teknologi SmartCard (Kartu Pintar). Penunjukkan tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman (MOU) antara Konsorsium SmartCard (Kartu Pintar) Indonesia dengan beberapa Perguruan Tinggi, diantaranya: Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Telkom University (Tel-U),Universitas Hasanuddin (Unhas),  dan didukung oleh Dewan Riset Nasional, Kemenristekdikti serta Kemenkominfo. 

Hasnil Fajri, Direktur dan Chief Marketing Officer PT.Data Aksara Matra dalam siaran persnya menyebutkan bahwa Produk Teknologi yang dikembangkan PT.Data Aksara Matra adalah merupakan satu-satunya Perusahaan ICT dibidang Fintech lokal yang mempunyai O/S Chip buatan lokal dengan Aplikasi MIMA Standar yang memungkinkan semua Issuer dan Acquirer saling Interoperability dan pada awal inisiatif didukung oleh Platform Payment bernama “Powerhouse” made in Indonesia (Karya Anak Bangsa). 

Dijelaskan Hasnil, kondisi Sistem SmartCard di Indonesia sebelum adanya Iconox MIMA ini adalah: belum ada standar untuk e-ID dan e-Payment, gagal untuk mendeliver O/S dan Nasional Security O/S, setiap Issuer memiliki Proprietary O/S dan Java serta tidak ada O/S Chip Nasional yang dibuat untuk Standar Nasional untuk Multi Issuer Multi Acquired (MIMA).

Iconox sebagai O/S Chip Card yang comply dengan MIMA Standard dengan menggunakan Platform Powerhouse, dijadikan sebagai inisiasi implementasi Platform Teknologi Smartcard Nasional untuk dikembangkan sebagai kartu Smart Card standard di semua Universitas di Indonesia dan untuk dikembangkan lebih lanjut bersama peneliti di universitas-universitas tersebut di atas untuk menjawab berbagai kebutuhan di masa mendatang.

Teknologi yang dikembangkan PT.Data Aksara Matra ini lanjut Hasnil sudah pernah mewakili Indonesia, ditunjuk Kominfo, pada ajang Asia Pacific ICT Competition (APICTA) 2014 yang diikuti oleh 17 negara (negara ASEAN plus China, Australia, Hongkong, dll) untuk Transaction Security dan di “Acknowlege” sebagai Unique Technology in the World.

“Nantinya Kartu Pintar Kampus ini akan dapat dipergunakan di ke empat kampus tersebut menjadi Kartu Multi Fungsi yang berfungsi sebagai Id, untuk absen dosen dan mahasiswa, untuk akses ruangan (kelas, meeting), untuk akses penggunaan locker, pembayaran parkir dan makanan/minuman di kantin/cafe, uang kuliah mahasiswa serta pembayaran lainnya. Kelebihannya Semua Fungsi tersebut hanya menggunakan Single Card (Satu Kartu)  saja,” terangnya.

Teknologi ini selain bisa digunakan untuk Kebutuhan Kampus juga bisa digunakan untuk semua Industri seperti : Perbankan, Pariwisata, Telekomunikasi, Perhotelan, Pubik Sektor, Retail, dan nirlaba seperti Komunitas dan Organisasi serta Kartu Subsidi seperti Kartu Indonesa Pintar, Karu Indonesia Sehat, Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Tani, Kartu Bansos dan Kartu subsidi lainnya. 

Menariknya lanjut Hasnil, dengan Teknologi tersebut cukup menggunakan Satu Kartu saja untuk berbagai macam kebutuhan Subsidi. “Tidak seperti saat ini yang mana setiap subsidi menggunakan satu kartu. Produk ini sangat efisien dari sisi anggaran dan efektif buat pengguna dan stakeholder lainnya. Mudah dimonitor dan dikontrol oleh petugas di lapangan maupun pejabat pada kementrian terkait baik via aplikasi di web maupun mobilephone,” papar Hasnil Fajri yang juga tim Pokja Ekonomi Kreatif dan Jubir Pokja 88 Rumah Transisi Jokowi-JK dan Ketua Umum organ pendukung Presiden Entrepreneurship & Professional (EP) for Jokowi.

sebagai informasi, Kegiatan penandatangan Nota Kesepahaman (MOU) Konsorsium SmartCard untuk Perguruan Tinggi di kota Solo ini disaksikan Menristekdikti Prof.Muhamad Nasir, Phd, Akt dan Presiden ke-3 Republik Indonesia, Prof.BJ.Habibie. Mou diselenggarakan bertepatan dalam rangka memperingati  Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus.

Dalam kegiatan itu juga digelar Seminar Nasional bertema “Sinergi Pendidikan Tinggi, Riset dan Bisnis Melalui Inovasi untuk Penguatan Daya Saing Bangsa” sekaligus Sidang Paripurna Dewan Riset Nasional tahun 2016 di Solo Jawa Tengah.Erfendi Eka Putra




NEWSLETTER


creative-ads