Sunday, 27 Nov 2016

16 August 2016

Pesona Biru Laut “Raja Ampat” dari Barat

Pesona Biru Laut “Raja Ampat” dari Barat

iKreatifonline.com - Menjelajah keindahan alam Minang Kabau (Sumatera Barat), memang tidak ada habisnya. Keberagaman objek wisata, mulai dari wisata pergunungan, lembah, ngarai, air terjun, olah raga pantai, kuliner, danau dan lainnya, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong. Karenanya, tidak salah memang jika banyak pendapat yang mengatakan bahwa “Alam Minang Kabau diciptakan saat Tuhan tersenyum”.

Ya, bisa jadi memang. Bayangkan saja, hampir setiap daerah di wilayah Sumbar memiliki pesona alam indah nan tiada tara. Salah satunya adalah panorama alam dan pesona laut kawasan Mandeh, Pesisir Selatan.

Objek wisata bahari yang berlokasi di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, dan berbatasan langsung dengan Kota Padang ini, sekarang sedang naik pamor. Tidak hanya dikenal dikalangan penikmat wisata alam dalam negeri saja, namun kawasan Mandeh (Mandeh Resort) sudah dikenal luas hingga mancanegera, terutama sejak  masuknya investasi asing (Itali) ke kawasan yang memiliki luas sekitar 18.000 hektar ini.

Lautnya yang tenang dan dikelilingi pulau pulau kecil nan memesona membuat kawasan ini mampu memanjakan mata para penikmat panorama wisata bahari. Bahkan jika dibandingkan dengan kawasan wisata Raja Ampat-Sorong, Papua Barat, pesona kawasan Madeh tidak akan kalah. Tidak heran juga, kawasan Mandeh dijuluki “Raja Ampat dari Barat”.

Dilihat dari segala penjuru, pesona Mandeh seakan  tidak ada celahnya. Di sisi utara kawasan Mandeh terdapat beberapa pulau yang melingkar yaitu; Pulau Bintangor, Pulau Marak, Pulau Ular, dan Pulau Pagang yang berdampingan dengan Sikuai Island. Dan di sepanjang pantai dari Kampung Sungai Pisang sampai ke Kampung Carocok kawasannya cukup landai dan berpasir putih dengan beberapa pohon pelindung seperti pohon kelapa, pohon waru, pohon nagka dan lainnya.

Sementara pintu masuk kawasan Mandeh dapat dicapai melalui laut dan jalan darat. Bila naik kapal bisa dari pelabuhan Bungus, Gaung, Teluk Bayur atau dari pelabuhan Muara Padang serta dari teluk Tarusan. Sedangkan melalui jalan darat terdapat dua alternatif yang berbeda, yaitu dari Carocok Tarusan dan dari daerah Sungai Pisang Padang. (www.wisatapulausumaterabarat.com)

Dari informasi masyarakat kawasan wisata Mandeh, Fachriza (38), area ini dinamakan sebagai kawasan wisata Mandeh karena salah satu kampung yang ada di kawasan tersebut bernama Kampung Mandeh yang terletak di bagian tengah Teluk Carocok Tarusan, lautnya cukup landai dan tidak berombak karena disekitarnya terdapat beberapa pulau kecil di antaranya Pulau Traju, Pulau Setan Kecil, Pulau Sironjong Kecil dan Besar, selain tentunya Pulau Cubadak.

Kondisi yang tidak kalah menariknya juga terdapat di bagian selatan kawasan ini tepatnya di Kampung Carocok ada sebuah tanjung meliuk bagaikan kail, sehingga teluk terlihat bagaikan sebuah danau yang menakjubkan dengan riaknya yang selalu bernyanyi tak henti-hentinya.

Dengan berbagai keunggulannya tersebut, harus diakui bahwa potensi pariwisata kawasan Mandeh sungguh luar biasa. Apalagi jika kawasan dengan yang hanya berjarak sekitar 56 KM dari Kota Padang ini sudah terkelola dengan baik, tidak mustahil dalam waktu dekat, Mandeh Resort akan menjadi destinasi utama di wilayah Sumbar.   

“Potensi Mandeh harus terus digali dan dikembangkan. Sangat sayang jika kawasan seelok dan menjanjikan seperti ini tidak dikelola dengan baik. Sekarang, memang masih banyak kekukurangan, diantaranya resort ataupun penginapan serta fasilitas pendukung lainnya yang masih minim. Karena itu, Kawasan Mandeh dengan tangan terbuka menyambut para investor yang tertarik masuk berinvestasi ke kawasan potensial ini,” ujar Andrinof Chaniago, Penggiat Pariwisata Mandeh Resort kepada i-Kreatif, beberapa waktu lalu.

Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dalam Kabinet Kerja tahun 2014-2015 ini juga mengunggpkan, betapa besarnya potensi ekonomi yang bisa digarap khususnya bagi masyarakat lokal apabila kawasan Mandeh Resort dikelola dengan baik. “Dengan hadirnya Wisata Mandeh, masyarakat yang sekitar yang kesehariannya adalah petani dan nelayan, jelas akan sangat terbantu. Kawasan Mandeh Resort ini melingkupi 7 kampung di 3 nagari yang dihuni sekitar 9.931 jiwa penduduk,” terangnya. Zal Hanif




NEWSLETTER


creative-ads