Sunday, 20 Aug 2017

17 November 2015

Delli Gunarsa, Direktur D&D; Pack: GANDAKAN KEUNTUNGAN DENGAN KEMASAN KREATIF

DI ERA MODERN INI, PRODUK APA PUN BISA DIKEMAS DENGAN BAIK. DIBUTUHKAN KREATIVITAS UNTUK MEMBUATNYA MENJADI BERNILAI JUAL TINGGI.

Delli Gunarsa, Direktur D&D Pack: GANDAKAN KEUNTUNGAN DENGAN KEMASAN KREATIF

Teks: Erfendi Eka Putra

IKREATIFONLINE.COM. Dalam satu pameran, Delli bertanya pada pengunjung. “Kalau yang ini berapa bu? Sepuluh ribu bisa?,” tanya Delli Gunarsa. Ibu-ibu yang ditanya kompak menjawab, “Wah, kemahalan pak...”. “Tapi ibu-ibu tahu nggak, di hotel laku dijual Rp40.000,” per bungkus”. Sambil menunjukkan satu bungkus snack kacang goreng yang dikemas dengan baik. Harga yang dianggap terlalu mahal oleh ibu-ibu, ternyata jika dikemas dengan baik, memiliki nilai jual yang sangat tinggi.

Itulah sekelumit kisah Delli Gunarsa, Direktur D&D Pack, seorang pengusaha jasa kemasan dan desain produk. Sering kali ia jumpai penggiat home industry mengeluh karena produknya kurang laku. Sementara di tempat lain, dengan bahan dan isi yang sama, produknya lebih diminati. Bahkan, bisa dijual lebih mahal.

Di situlah, kuncinya. Kemasan yang baik akan membuat produk bernilai jual tinggi dan memiliki citra baik. Sebaliknya, kemasan yang sederhana hanya bertahan di tingkat bawah. Istilahnya, kalau bisa jual kemasan, kenapa harus jual produk?

“Kemasan sering menjadi kendala Usaha Kecil dan Menengah se-Nusantara,” kata Delli Gunarsa kepada iKreatif, di sela-sela acara pameran produk-produk ekonomi kreatif yang diselenggarakan oleh Perempuan Untuk Bangsa, di Gedung Carakaloka, Departemen Luar Negeri, Jakarta (13/5).

Ia mengungkapkan, sebagian besar UKM di Indonesia masih mengemas produknya dengan tampilan yang tidak menarik. Sebab, masih ada pandangan bahwa kemasan itu mahal. Menurutnya, pandangan itu ada karena UKM mengira dibutuhkan alat yang mahal untuk mengemas produk makanan atau pun minumannya agar apik dilihat konsumen.

Delli menyebutkan, cara pandang UKM terhadap kemasan ataupun produk yang bernilai tambah perlu diubah. Padahal, dengan kemasan yang baik, produk yang dijualkan akan menghasilkan keuntungan lebih besar karena bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi.

“Harga jual bisa bertambah 50 persen sampai 400 persen dari harga jual awal,” ujarnya. Akan tetapi, Delli mengingatkan, kemasan juga harus menyesuaikan dengan produknya. Di antaranya, dengan melihat jenis produk dan tujuan produk. Misalnya, apakah sebagai produk oleh-oleh atau bukan. Warna kemasan pun perlu jadi perhatian. Harga kemasan juga harus beragam dan disesuaikan dengan produknya.

Pengusaha di Indonesia katanya, punya banyak sekali produk berkualitas yang dihasilkan oleh industri kecil. Namun karena kemasannya tradisional atau biasa-biasa saja, menjadi kurang menarik. Buntutnya, produk menjadi sulit bersaing,” papar Delli.

Dengan kendala yang ada, Delli menekankan, banyak UKM yang perlu mendapatkan bantuan untuk mengembangkan kemasan produknya. Ia menyebutkan, sejak tahun 2006 baru sekitar 2000-3000 UKM yang dibantu Delli untuk pengemasan. Adapun, saat ini, terdapat sekitar 200.000 UKM di Indonesia yang menghasilkan produk.

“Itu baru satu persennya. Soal packaging produk, kita masih kalah dengan Malaysia. Padahal, kalau dari rasa saya pikir enggak kalah,” terang pengusaha yang sudah memulai usaha di bidang pengemasan sejak tahun 2006. Di luar negeri tren kemasan kreatif bukan hal yang baru lagi. Produk makanan bahkan kerajinan pun dibungkus dengan kemasan menarik, yang eye catching. Konsumen umumnya tertarik dengan produk-produk yang dibungkus dengan cantik.

“Ini perilaku umum konsumen. Hal pertama yang membuat mereka tertarik membeli suatu barang adalah kemasan barang tersebut,” tambahnya. Cokelat-cokelat di luar negeri misalnya, dikemas cantik dan menggoda konsumen untuk membeli. Padahal kalau dilihat isinya, tidak ada yang istimewa.

Karena itulah ia ingin mengubah mindset pelaku usaha kecil akan pentingnya kemasan kreatif. Namun usaha itu menurut Delli, tidaklah mudah. Betapa sulitnya meyakinkan pengusaha bahwa kemasan yang baik dan kreatif bisa menggandakan keuntungan. 





NEWSLETTER


creative-ads