Thursday, 22 Dec 2016

17 November 2015

MARHSA CHIKITA FAWZI: ANIMATOR MUDA MULTITALENTA

Animasi adalah hobi yang saya tekuni tapi musik adalah passion saya sejak kecil.

MARHSA CHIKITA FAWZI: ANIMATOR MUDA MULTITALENTA

Teks : Ade Riyan Purnama

IKREATIFONLINE.COM.Kiki (begitu ia disapa) ternyata sudah sangat banyak menelurkan prestasi dan karya di luar Upin & Ipin. Dan semua itu tak kalah dibanding kiprahnya sebagai animator dalam serial kartun asal Malaysia, Upin & Ipin. 

Ketika ditanya kapan Kiki mulai menyukai dunia animasi, ia menjawab sudah sejak kecil. Kiki kecil dulu sangat suka menonton animasi-animasi dari Disney, Looney Tunes, dan beberapa animasi lainnya. Kegemarannya itu pun diseriusinya dengan menekuni dunia animasi di tingkat kuliah. “Animasi itu menantang banget. Sebab menggabungkan seni lukis dan teknologi,” jelas Kiki, sembari terus mengatakan tentang beragam aktivitasnya di dunia animasi. 

Saat menjadi animator film Upin Ipin anak, bungsu dari pasangan selebriti Ikang Fawzi dan Marissa Haque kerap menunjukkan totalitasnya. Kiki, misalnya, tak pernah ragu untuk tidur di bawah meja kantornya saat magang sebagai salah satu animator Upin Ipin di Studio Las Copac Malaysia. Baginya, tidur di kolong meja itu mengasyikkan. “Waktu bangun sudah ada banyak teman kantor yang seru dan aneh-aneh. Itu asyik banget,“ ujarnya.

Kerja kerasnya memang membuahkan hasil yang tak main-main. Setelah kelar sebagai anak magang dengan kualitas kerja yang dinilai apik, Kiki lanjut bekerja di Las Copac sebagai karyawan tetap selama tiga tahun. Namun semua kecemerlangan itu tak lantas membuat Kiki berpuas diri. Kiki lantas memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan membuat Monso House, perusahaan animasi independen yang dibentuk bersama beberapa temannya. 

Memutuskan untuk keluar dari zona nyaman memang bukan perkara mudah, itu sangat diakui Kiki.  “Mungkin kerja di Malaysia itu dari segi skill dan pengetahuan aku bisa berkembang. Tapi kalau buka usaha sendiri itu lebih sulit dan sekaligus menjalankan sunnah Rasul. “Itu lah jawaban tegas dari lulusan Multimedia University, Malaysia, ini. 
Magang di Upin & Ipin diakuinya sangat memberikan kontribusi besar terhadap kariernya di bidang animasi. Namun, Kiki yang sejak kecil sangat mencintai seni itu mengatakan bahwa hidupnya akan membosankan jika hanya melulu animasi. Untuk itulah, salah satu alasan mengapa Kiki pulang kembali ke Tanah Air adalah karena ayahnya. Ikang Fawzi adalah the role model dalam hidup Kiki. “Ayah adalah idola aku. Aku bener-bener pengen seperti ayah,” harapnya.

Buah yang jatuh memang tak jauh dari pohonnya, Kiki pun akhirnya masuk ke jalur musik. Saat ini cita-citanya untuk mengeluarkan satu album musik yang tengah digodok. Tidaklah mengherankan jika passion Kiki berkembang ke arah yang sama dengan sang Ayah. “Aku dari melek saja sudah dinyanyiin sama ayah,”  ujarnya tertawa. 

Namun demikian, bisnis animasi terus dikembangkannya. Katanya, saat ini ia sedang giat-giatnya mencari investor untuk film yang tengah digarap. Kiki mengatakan bahwa dunia animasi di Indonesia sedang dalam tahap berkembang dan belum stabil. “Animasi itu mengasyikan. Membuat dan memperlajarinya sangat menyenangkan. Tapi pada kenyataannya tak segampang itu. Kita butuh banyak hal termasuk investor dan publikasi yang rumit,“ terang wanita yang terlihat energik ini. Hal itu diakuinya saat kesulitan mendapatkan investor untuk “GOCEK”, film animasi tentang anak yang sedang bermain bola di era 2020. 

Saat ini, Kiki tengah me­rampungkan album solo dan sebuah buku motivasi. Ia berharap bisa menyelesaikannya di tengah kesibukan dan jadwal super padatnya saat ini. “Animasi adalah hobi yang saya tekuni, tapi musik adalah passion saya sejak kecil. Dan saya senang bisa mewujudkan impian ini sekarang,“ imbuhnya seraya obrolan ringan kami sore itu. 





NEWSLETTER


creative-ads