Thursday, 21 Sep 2017

17 November 2015

INACRAFT 2015: FROM SMART VILLAGE TO GLOBAL MARKET

“INDUSTRI KERAJINAN MERUPAKAN SALAH SATU DARI 14 MACAM BIDANG INDUSTRI KREATIF YANG TERCATAT MEMBERIKAN KONTRIBUSI PERTUMBUHAN
PEREKONOMIAN NASIONAL DAN POTENSI SEKTOR KERAJINAN.“

INACRAFT 2015: FROM SMART VILLAGE TO GLOBAL MARKET

Teks & Foto : Ade Riyan Purnama

IKREATIFONLINE.COM. Indonesia dan kerajinan bisa dikatakan adalah dua lingkaran yang saling terkait. Itulah sebabnya Inacraft didirikan, sebagai wadah besar yang menampung segala bentuk kerajinan Indonesia dengan segala macam kekayaan kerajinannya.

Inacraft sendiri bisa diartikan secara harafiah sebagai kerajinan Indonesia. Namun pasti kita semua paham maksud dari kata Inacraft adalah kekayaan Indonesia dari segi kerajinannya yang akan diberdayakan ke kancah internasional. Asosiasi Eksportir dan Produsen Handycraft Indonesia (ASEPHI) berinisiatif mengadakan Inacraft yang bertujuan untuk menyaring para pengrajin daerah di Indonesia.

Adalah Thamrin Bustami, sosok yang memprakarsai terbentuknya Inacraft. “Awalnya kita akan mengadakannya di tahun 1998, tapi saat itu Indonesia sedang dalam kondisi sangat berantakan. Akhirnya batal dan diundur pada tahun 1999,“ ujar Thamrin memulai penjelasannya kepada iKreatif di sela-sela pembukaan Inacraf, April 2015 silam. Bahkan katanya untuk awal, Inacraft, masih diselenggarakan di Bidakara dan baru pada tahun 2000 pameran kerajinan ini dilaksanakan di JCC, Senayan, Jakarta.

Inacraft hadir karena adanya optimisme dan melihat kemampuan usaha kecil dan menengah UKM yang tidak merasakan krisis moneter. Sementara, banyak perusahaan besar yang gulung tikar saat itu. UKM-UKM tersebut justru mendapatkan keuntungan dengan naiknya dollar, sebab tak sedikit dari mereka (pelaku UKM) yang dibayar dengan menggunakan dollar. Hal tersebut yang lantas melatarbelakangi terbentuknya Inacraft. Pada awalnya, para pengagas Inacraft sendiri menemukan kesulitan ketika mengajak para pengrajin untuk ikut bergabung. “Tahun 1999 itu peserta Inacraft hanya 102 perusahan kerajinan daerah. Sekarang (tahun 2015—red) pesertanya sudah 1.600 dan masih ada waiting list 200 perusahaan lagi. Padahal area sudah ditambah,“ ujar Thamrin menjelaskan. Itu menandakan perkembangan kerajinan di Indonesia sangat tinggi.

“Kualitas produk yang bagus dan kami mengutamakan peserta anggota dari ASEPHI meskipun tetap membuka peluang untuk perusahaan yang bukan anggota untuk bisa bergabung, “ terang Thamrin, tentang syarat menjadi peserta Inacraft. Menurutnya, Indonesia adalah bangsa yang kaya akan seni dengan ragam budaya yang begitu banyak, maka kerajinan dari Indonesia dinilai memiliki perbedaan yang khas dari bangsa lainnya. “Ditambah lagi kita memiliki bahan baku alami yang sangat lengkap,” jelas Thamrin lagi.

Inacraft rutin digelar setiap tahun. 2015 ini, Inacraft mengambil tema From Smart Village to Global Market dan ikon tema yang dipilih adalah ‘Kharisma Bali Menuju Indonesia’. “Bali itu sangat dikenal di dunia internasional. Terkadang mereka lebih mengenal Bali dibanding Indonesianya sendiri,“ papar Thamrin.

Inacraft diadakan setiap bulan April. Hal ini sengaja dilakukan sebab Inacraft membidik pasar internasional dimana pangsa pasar tersebut akan berbelanja besar-besaran di bulan April. “Orang luar itu persiapannya matang. Mereka berbelanja untuk kebutuhan tahun baru dan acara lain di akhir tahun sejak bulan April,” ujar pria yang menjabat sebagai Ketua Umum di ASEPHI ini.

Bagaimana peran Inacraft untuk para perusahaan-perusahaan kerajinan di Indonesia? Menurut Thamrin, saat awal diadakannya Inacraft, perusahaan yang masih dibantu oleh perusahaan-perusahaan pembina dan pemerintah berkisar di angka 60%. Dansekarang angka yang ada adalah 70% perusahaan kerajinan sudah bisa mandiri. Dari kurva tersebut sudah bisa di lihat letak keberhasilan Inacraft.

Selain kekurangan stand dan area yang lebih besar, kendala Inacraft adalah jalur lalu lintas yang sangat padat sehingga menimbulkan kesulitan konsumen untuk datang ke acara. “Meskipun begitu peminat dari Indonesia sendiri tetap banyak di setiap acara Inacraft dari tahun ke tahun,” jelas Thamrin.

 





NEWSLETTER


creative-ads