Thursday, 10 Aug 2017

20 November 2015

MIE MERAPI: MELETUP DARI FESTIVAL KULINER BANDUNG

Mie Merapi (singkatan dari mie merah putih)

MIE MERAPI: MELETUP DARI FESTIVAL KULINER BANDUNG

Teks : Rusli M. Tatang

IKREATIFONLINE.COM. Konsistensi dalam melakukan usaha, menjadi kunci Agit Bambang Suswanto (25) ketika menekuni bisnis kuliner. Tak hanya modal kesungguhan, namun Agit juga berani melakukan kreasi rasa. Hasilnya? Kini Mie Merapi, brand kuliner yang digagasnya mampu meraup omzet jutaan rupiah setiap harinya.

Mie Merapi (singkatan dari mie merah putih) merupakan kuliner yang diciptakan oleh Agit bagi mereka yang mencintai kuliner rasa pedas. Layaknya ramen (mie asal Jepang), mie merapi juga memiliki level atau tingkat kepedasan yang berbeda-beda, tergantung pesanan. “Jadi ini konsep utamanya adalah mie kuah rempah. Di sini kami mengangkat konten lokal dan tidak ke Jepang-Jepangan,” ujar Agit Bambang, owner Mie Merapi.

Mie Merapi dengan berbagai topping memang menjadi andalan kulinernya. Setidaknya Agit menyediakan varian mie dengan pilihan tiga kuah yang berbeda (kuah merapi,kuah kare, dan kuah kampung). Ketiga jenis kuah, kata Agit, adalah representasi dari makanan kuah yang ada di Indonesia. “Pengembangannya kami membuat tampilannya lebih modern. Intinya tampilan kita buat modern dan lebih anak muda.

Tak mudah bagi Agit dalam mengibarkan bendera Mie Merapi. Penuh batu sandungan dan ujian. Berbagai bisnis pernah dijajakinya. Namun akhirnya pada 2013, usaha kuliner dipilihnya sebagai core business. “Kami awalnya cuma ikut festival-festival kuliner di Bandung. Dari sana responsnya bagus. Tahun 2012 kami mulai dengan membuka kedai kecil di daerah Taman Sari, Bandung,” jelas Agit.

Seiring waktu, Mie Merapi mendapat banyak pelanggan. Tahun 2013 Agit memberanikan diri untuk membuka gerai yang representatif di Jalan Pahlawan, Bandung. Hasil uang penjualan motor dan pinjaman uang bank dijadikan modal awal untuk menyewa tempat, yang saat itu senilai Rp70 juta per tahun. “Saya mulai usaha dari nol, dari nggak punya modal. Uang beasiswa dari kampus malah saya bikin produk, bukan untuk beli buku,” kata Agit mengingat masa lalunya.

Kini dengan dua gerai yang dimilikinya (di Jalan Pahlawan dan di Jalan Dipatiukur), Agit mampu mempekerjakan sebanyak 30 karyawan. Omzetnya per hari bisa mencapai Rp5 juta, itu kalau ramai. Katanya, jika weekend tiba, gerainya bisa didatangi 300 orang per hari.

Jika Anda sempat ke Bandung dan mampir ke gerai Mie Merapi, cobalah pesan menu Mie Juara Sedunia dengan pilihan kuah merapi. Selain topingnya komplit dan memiliki rasa yang berani, mienya juga terasa kenyal di mulut. “Kalau Jepang punya ramen, maka Indonesia punya Mie Merapi,” ungkap Agit, yang masih aktif berbisnis sepatu kasual.





NEWSLETTER


creative-ads