Thursday, 22 Dec 2016

18 November 2015

Di Luar Negeri Produk UKM Jadi Sasaran Plagiator

Produk-produk UKM asal Indonesia

Di Luar Negeri Produk UKM Jadi Sasaran Plagiator

 

IKREATIFONLINE.COM.  Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengungkapkan bahwa banyak fakta terjadi produk-produk UKM asal Indonesia yang ikut pameran di luar negeri dijiplak dan dipatenkan oleh negara tersebut. "Saya sering keliling ke banyak pameran di daerah, banyak keluhan seperti itu dan itu fakta. Oleh karena itu, saya menghimbau agar para UKM mengurus hak cipta atas produknya sebelum berpameran di luar negeri", kata Puspayoga di hadapan peserta pameran Indocraft 2015 di Jakarta Convention Center, Rabu (18/11/2015)

Menkop menambahkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementrian Hukum dan HAM terkait pengurusan hak cipta bagi produk UKM Indonesia. "Kalau dulu mengurus hak cipta itu mahal, bisa mencapai Rp4 juta dengan waktu selama delapan bulan. Sekarang, hak cipta gratis dan selesai hanya dalam waktu satu jam, bila seluruh persyaratan administrasi sudah disiapkan", tandas Puspayoga seraya menyebutkan bahwa para UKM yang produknya berorientasi ekspor harus segera mengurus hak cipta atas produknya.

Selain pengurusan hak cipta, lanjut Menkop, para UKM khususnya usaha mikro dan kecil juga harus mengurus ijin usaha mikro dan kecil (IUMK). "Selain gratis, pengurusan IUMK juga sekarang cukup sampai di tingkat kecamatan. Program-program itu sudah berjalan", imbuh Puspayoga.

Menurut Menkop, pentingnya memiliki IUMK selain untuk legalitas usaha, juga bisa mempermudah untuk mengakses dana perbankan seperti kredit usaha rakyat (KUR). "Salah satu kendala usaha kecil dan mikro adalah akses perbankan. Dengan memiliki IUMK maka kendala tersebut sudah teratasi", tegas dia. Dengan memiliki IUMK, para pelaku usaha mikro dan kecil bisa mengakses KUR di tiga bank pelaksana, yaitu BNI, BRI, dan Mandiri. "Apalagi, suku bunga KUR sudah kita turunkan dari 22 persen menjadi 12 persen. Bahkan, tahun depan akan kita turunkan lagi menjadi 9 persen", tukas Puspayoga.

Menkop pun berharap para pelaku UKM di Indonesia mampu memanfaatkan program-program pemberdayaan yang digulirkan pemerintah. Karena UKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Terlebih lagi dunia kini tengah mengalami pelemahan ekonomi. "Masyarakat Ekonomi Asean sudah di depan mata. UKM kita harus memiliki SDM yang bagus, produk berkualitas, ?dan mudahnya akses pembiayaan", pungkas Puspayoga





NEWSLETTER


creative-ads