Wednesday, 21 Dec 2016

17 November 2015

Korea dan Indonesia Kembangkan OVOP di Daerah

Korea Trade-Investment Promotion Agency (KOTRA)

Korea dan Indonesia Kembangkan OVOP di Daerah

 

IKREATIFONLINE.COM.  Korea Trade-Investment Promotion Agency (KOTRA) dan Kedutaan Besar Korea untuk Indonesia memberikan penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada delapan perusahaan Korea yang menjalankan usahanya di Indonesia. "Pemberian penghargaan kepada perusahaan dengan kegiatan CSR terbaik ini dikategorikan berdasarkan sektor beroperasinya masing-masing perusahaan", kata Presiden Direktur KOTRA Kim Jae Hong pada acara Korea-Indonesia CSR Forum 2015 (CSR Excellence Award and OVOP Supporters Launching Ceremony), di Jakarta, Selasa (17/11). Delapan perusahaan yang terpilih adalah LG, Lotte Mart, Samick Music Corporation, Korindo, Samsung Electronics, CJ Indonesia, Osstem Implant, dan Krakatau Posco.

Forum yang telah diadakan untuk kelima kalinya sejak tahun 2011 itu memperoleh dukungan strategis dari Kedubes Korea di Indonesia, BKPM, dan Kementrian Koperasi dan UKM. "CSR adalah sebuah mega trend yang tidak dapat dihindari karena ini merupakan salah satu langkah strategis guna menemukan model bisnis berdaya cipta yang baru di luar metode manajemen tradisional", jelas Kim Jae Hong. Dalam siaran pers yang diterima iKreatif, KOTRA pun berharap agar ajang ini menjadi sebuah contoh bagi perusahaan lain untuk turut berpartisipasi dalam memberikan bantuan selayaknya untuk mengatasi isu sosial yang tengah dirasakan penduduk Indonesia. 

Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga penandatanganan MoU program 'one village one produk' (OVOP) antara KOTRA, Kedubes Korea di Indonesia, dan Kemenkop UKM. "Hal ini merupakan sebuah langkah nyata sebagai tindak lanjut dari Deklarasi Bersama Korea-Indonesia pada 2013. OVOP merupakan sebuah kegiatan khusus yang telah dicanangkan sehingga perusahaan Korea di Indonesia dan pemerintah kedua negara dapat mengembangkan potensi komoditi unggulan di tiap daerah secara sistematis, terstruktur, dan terorganisir", papar Kim Jae Hong.

Selain itu, menurut Kim Jae Hong, KOTRA pun membantu pemasaran produk OVOP dengan melakukan promosi secara online agar produk tersebut mendapat exposure yang lebih luas dan lebih internasional. "Tahun ini, KOTRA memperkenalkan gerakan Korea yang bernama Il-Sa-II-Chon kepada Kementrian Koperasi dan UKM. Kegiatan ini memiliki arti kolaborasi persahabatan antar satu desa dan satu perusahaan. Dimulai pada tahun 2004, gerakan ini bertujuan agar perusahaan tersebut mencari hal-hal atau produk yang unggul dari suatu desa. Sehingga, desa tersebut bisa mengembangkan perekonomian daerah", kata dia.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga dalam sambutannya yang dibacakan Deputi Bidang Pengkajian dan Sumberdaya KUKM Meliadi Sembiring menyebutkan ‎bahwa pihaknya mengapresiasi kerjasama dalam mengembangkan OVOP di Indonesia tersebut. "Kerjasama bilateral strategis antara Korea dan Indonesia akan semakin erat dengan penggiatan program OVOP yang memiliki tujuan baik bagi desa-desa di Indonesia. Hal ini pun berguna untuk terus meningkatkan pendapatan mandiri dan swadaya dari daerah yang dibantu perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia", kata Menkop.

‎Meliadi menambahkan, di Indonesia ada sekitar 2020 perusahaan asal Korea. Sementara jumlah OVOP sudah mencapai 100 OVOP. "Dalam kerjasama itu satu perusahaan Korea akan menangani satu koperasi yang memiliki OVOP. Kita memanfaatkan dana CSR perusahaan Korea itu untuk masyarakat anggota koperasi secara riil dan kongkrit", tukas Meliadi.

Bahkan, lanjut Meliadi, lima perusahaan Korea sudah memilih tujuh OVOP yang tersebar di seluruh Indonesia. "Mereka memilih sendiri. Tugas Kemenkop UKM hanya memberikan database terkait koperasi dan OVOP. Koperasi kita juga diberikan pelatihan, terutama bagi anggota koperasi dan membantu pemasaran produknya", imbuh dia.

Beberapa kerjasama yang sudah terjalin antara perusahaan Korea dan OVOP diantaranya produk gula semut di Kulon Progo, Yogyakarta (CJ Indonesia - KSU Jatirogo), ‎kerajinan di Lombok (Samsung - Kopwan Harapan Bersatu), tekstil tradisional di Praya, Lombok (Samsung - Kopwan Stagen), minyak kelapa di Purworejo (Lotte Mart - Kopwan Srikandi), kopi arabica di Badung, Bali (KEB Hana Bank - Koperasi Serta Mertha Buana), dan kerajinan bambu di Garut (Eagle - KUD Mandiri Cikondang). (Erfendi Eka Putra)





NEWSLETTER


creative-ads