Monday, 28 Nov 2016

19 November 2015

INSPIRASI DARI BURUNG HANTU

Latar belakang pekerjaan yang berbeda dari empat pendiri Owlknight tersebut justru memberikan warna dan peluang bagi pemasaran produk

 INSPIRASI DARI BURUNG HANTU

 

Teks dan Foto : Zal Hanif

IKREATIFONLINE.COM. Ide untuk memulai sebuah usaha ataupun bisnis bisa datang dari mana saja, termasuk dari makhluk nokturnal seperti burung hantu. Seperti yang dialami oleh empat orang sahabat yang sudah berkawan selama belasan tahun, tepatnya kala sama-sama belajar di Pondok Modern Assalam, Sukabumi, Jawa Barat. “Awal mula ide untuk membuat brand distro bertemakan burung hantu datang dari Malabby, yang mencetuskan nama Owlknight sekaligus logonya,” ujar salah seorang pendiri Owlknight Iqbal Musyaffa. Setelah mencetuskan idenya kepada Iqbal, maka gayung pun bersambut. Selain Iqbal dan Malabby, juga ada Ilham Mustofa dan Achmad Maulana Safari yang bersama-sama membesut brand distro yang bermarkas di Jakarta dan Pelabuhan Ratu, Banten tersebut.

Pemilihan nama ini bukan tanpa alasan. Karena sama-sama berasal dari pesantren, mereka diajarkan untuk bangun malam dan shalat malam apabila memiliki hajat yang ingin dipenuhi. “Burung hantu juga merupakan hewan yang identik hidup di malam hari. Dan kita menganggap diri kita sebagai kesatria burung hantu yang hidup di malam hari untuk beribadah,” ungkapnya menceritakan makna filosofis dari brand yang dibentuknya.

Selain itu, melalui burung hantu, mereka mencoba mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan. Burung hantu sendiri merupakan ikon fauna yang unik dan perlu dilestarikan. Menurut Iqbal, hal itu dicoba untuk diterjemahkan dalam produk kami melalui desain-desain yang diluncurkan dan atribut pelengkapnya. 

Menariknya lagi, Iqbal dan rekan juga memberikan paper bag yang bisa didaur ulang untuk setiap pembelian kaos, sebagai pengganti kantong plastik. Iqbal menuturkan, lazimnya pebisnis pemula, pada awalnya sempat ada kekhawatiran bahwa produk yang dibuatnya tidak dapat diterima pasar. Namun, Iqbal beserta Cs menepis keraguan tersebut dan memulai produksi awal sebanyak 60 pcs kaos dengan lima desain berbeda. “Modal awal berasal dari kantong kita dengan masing-masing memberikan uang sebesar Rp 1.500.000,” lanjut pria kelahiran 7 Desember 1989 ini.

Latar belakang pekerjaan yang berbeda dari empat pendiri Owlknight tersebut justru memberikan warna dan peluang bagi pemasaran produk yang baru berdiri pada bulan Maret yang lalu. “Dana patungan pertama kali tersebut sepenuhnya kita pergunakan untuk produksi kaos cetakan pertama, termasuk juga untuk eksplorasi bahan dan sabon yang bagus. Kita mulai pasarkan kepada kerabat dan teman-teman terdekat dulu. Selain di Jakarta, kita juga menjadikan Pelabuhan Ratu sebagai pusat penjualan untuk kawasan sekitar karena Ilham berdomisili di sana.” paparnya.

Secara perlahan, keraguan produknya tidak laku mulai terkikis. Iqbal mengatakan kaos cetakan pertama terserap dengan cukup baik. Terutama di Pelabuhan Ratu. Penerimaan masyarakat di sana sangat baik. Setiap desain yang diluncurkan laris manis dan terserap dengan baik di sana.

Sementara itu, Feri, panggilan dari Achmad Maulana Safari mengatakan, saat ini produksi kaos per bulan sekitar 150 pcs dengan omset per bulannya sekitar Rp 10 jutaan. “Untuk menggenjot penjualan, kita memaksimalkan media sosial berupa instagram dan akun pribadi kami masing-masing seperti path dan facebook.” Imbuh Feri. Agar mempermudah pembeli melihat koleksi desain yang tersedia, Feri mengatakan dapat dilihat di akun instagram @owlknight_house. “Selain lewat media sosial, kita juga mengikuti kegiatan berupa bazar seperti yang kami lakukan pada bulan Ramadhan lalu di Gandaria City.” Terangnya.

Ia pun menjelaskan, saat ini Owlknight telah bekerja sama dengan Why Phoebe Band yang dibesut oleh Danang ‘the comment’ sebagai salah satu personelnya. “Kita bekerja sama sebagai official t-shirt partner untuk setiap kegiatan panggung yang dilakukan Why Phoebe.” Ujarnya.

Saat ini, pemasaran produk Owlknight sudah mulai menyasar beberapa kota selain Jabodetabek dan Pelabuhan Ratu. Penjualan juga sudah mencapai wilayah luar Jawa seperti Lombok. “Kita juga sedang merencanakan pengembangan dan diversifikasi produk selain kaos. Kita akan menggarap topi dan jaket serta sweater dalam waktu dekat.” Tambah Feri. Misi yang diusung oleh para pendiri Owlknight cukup sederhana, yakni dapat konsisten menjalankan bisnis selama satu tahun pertama. Dan pada tahun 2016 nanti, Iqbal dan kawaan kawan menargetkan dapat membuka beberapa gerai dibeberapa lokasi antara lain di Jakarta ataupun Pelabuhan Ratu. 

“Kami percaya kalau bisnis bisa bertahan selama minimal satu tahun, maka insya Allah ke depannya akan lebih baik untuk berkembang. ”Pungkas Feri yang juga merupakan karyawan salah satu Bank Swasta di Bilangan Depok, Jawa Barat Ini. 





NEWSLETTER


creative-ads