Thursday, 22 Dec 2016

17 November 2015

YEKTI DEWANTI: kEMBANGKAN PRODUK UKM BERKUALITAS INTERNASIONAL

SEJAK DULU YEKTI DEWANTI MEMANG SUKA BERWIRAUSAHA. IDE BISNIS MUNCUL KARENA SERING JALAN-JALAN KE MAL. NAMUN IDE KREATIFNYA TERGELITIK TATKALA MELIHAT PRODUK-PRODUK LUAR NEGERI YANG MEMBANJIRI ETALASE MAL. “KOK SEPERTINYA SEMUA YANG DIJAJAKAN
PRODUK-PRODUK ASING,” UJAR WANITA YANG AKRAB DISAPA WANTI.

YEKTI DEWANTI: kEMBANGKAN PRODUK UKM BERKUALITAS INTERNASIONAL

Teks: Iwan K & Rusli M. Tang

IKREATIFONLINE.COM. Nalurinya bisnisnya seolah terbangun. Kenapa tidak membuat produk sendiri (dalam negeri) yang bisa masuk segmen premium (mal), begitu pemikirannya. Jadilah cikal bakal usaha Lei & Kei, yang saat itu tidak memproduksi produk sendiri tapi memasarkan produk orang lain. Yakni tahun 2012, Wanti dan kawan-kawan melakukan tes pasar dengan menjual produk anak-anak. Sebab saat itu Wanti bersama kawan-kawan seide usaha, baru punya anak dan paham sekali adanya kebutuhan anak anak.

Pemasaran dilakukan secara langsung ke beberapa tempat dan dibawa langsung oleh Wanti cs. Misalnya ke kantor-kantor ditawarkan ke ibu-ibu muda yang baru punya anak. Juga ke beberapa karyawan di sejumlah rumah sakit. Tahun 2013 akhir, Wanti bersama dengan kawan-kawan SMA dan SMP memutuskan untuk mulai memproduksi sendiri pakaian anak-anak. Ia pun berkongsi dengan Mirna yang background-nya marketing dan public relation (PR) dan Evi, background produksi.

Kemudian mereka mulai memproduksi pakaian anak dengan brand Lei & Kei. Pemilihan brand Lei & Kei diambil dari dua anak kembar yang memiliki dua kepribadian. Personality Lei adalah anak yang ceria dan Kei justru kalem dan elegan. Lei dan Kei adalah anak salah satu founder, Mirna. “Nah ceria dan kalem elegan ini diwujudkan dalam bajunya. Yakni ada baju yang nuansanya cheerful dan ada yang nuansanya kalem. Itulah brand personality Lei & Kei. Ditambah dengan penguatan Love and Kind,” cerita Wanti.

Outlet pertama dibuka di pusat perbelanjaan Kota Kasablanka, Jakarta, Oktober 2013. Bahkan pada Maret 2014 dimasukkan ke dalam jaringan Sogo Departement Store untuk Divisi Kids. “Awal buka outlet di mal penjualan tidak langsung ramai. Sebab orang belum tahu ini produk apa,” cerita Wanti yang juga menjabat Vice President Head of Analyst & Portfolio Management Commomwealth Bank.

Untuk itu, Lei & Kei memadukan teknik pemasaran produk dengan menggelar beragam aktivitas seperti lomba. Contohnya lomba kontes foto dan lomba lomba creativity games. Misalnya mengajak anak-anak membuat kalung atau perhiasan untuk dijadikan hadiah Hari Ibu. Tujuannya membangun kedekatan ibu dengan anak. Kegiatan ini sesuai dengan value yang ditonjolkan Lei & Kei yaitu Love and Kind. “Kami ingin anak-anak tumbuh dengan baik, kesehatannya baik, perkembangannya baik dan moralnya juga baik. Jadi bagi kami dalam mengelola brand produk Lei & Kei sama dengan mengelola anak kita sendiri,” kata Wanti.

Lei & Kei selalu menyajikan produk-produk terbarunya. Dalam 1 tahun ada 4 session. Dalam 1 session ada 25 style pakaian yang diluncurkan. Dari 25 style pakaian itu warna-warninya beragam. Tujuannya adalah memanjakan konsumen.

Produk dan variannya sengaja dibuat banyak agar konsumen merasa tertarik. Ciri khas produk Lei & Kei adalah simple, elegant dan classy. Saat ini produk yang dikeluarkan Lei & Kei tak hanya baju tapi juga aksesoris dan boneka.

Wanti bercita-cita ingin Lei & Kei jadi brand produk ternama seperti Zara yang punya toko besar di area utama di satu mal. Juga ingin seperti Mother and Care, di mana di dalam 1 toko, selain ada pakaian juga ada aksesoris dan gunting rambut anak. “Pokoknya all about kids,” ujar Wanti.

Meski menghasilkan produk yang setara dengan brand internasional, namun Lei & Kei tetap akan mempertahankan basis produksinya di usaha kecil dan menengah (UKM). Tujuannya untuk memperluas akses pemasaran UKM. Ke depannya UKM yang dibina dalam lini bisnis Lei & Kei akan terus didampingi divisi produksi. Semua bisnis Lei & Kei akan dikelola dalam wadah bernama Indonesia Mother and Child Group.

Bulan-bulan pertama buka outlet, omzet penjualan hanya Rp3 juta sampai Rp5 juta per bulan. Kemudian pada akhir tahun meningkat jadi Rp30 juta per bulan 1 outlet. Angka penjualan ini masih tergolong kecil, sebab Lei & Kei masih dalam taraf pengenalan produk. Adapun target yang dipasang adalah Rp70 juta dalam sebulan tiap outlet.

Namun, Wanti dan kawan-kawannya sekarang sudah bisa tersenyum lega, karena Lei & Kei sudah punya konsumen setia yang selalu menunggu produk terbarunya.





NEWSLETTER


creative-ads