
Teks: Erfendi Eka Putra
IKREATIFONLINE.COM. Jumlah penduduk usia produktif melimpah yang dimiliki Indonesia akan menjadi bonus, jika mereka kemudian dididik menjadi cerdas, berdaya guna, dan kreatif. Dan industri kreatif, adalah salah satu sektor yang dibutuhkan. Hal tersebut dikemukakan oleh Dr. Ir. Marzan A. Iskandar, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) periode 2008-2014 ketika ditemui di kantornya di kawasan Serpong, Tangerang.
Di Kota Bandung, Cimahi, Pekalongan, Yogyakarta, Bali, Solo, Malang, dan beberapa kota lainnya mulai terlihat anak-anak muda yang mampu berkreasi di kotanya sendiri. Beberapa di antaranya bahkan kemudian menjual jasa dan produknya ke seluruh dunia dengan e-commerce.
Di Jepang, Amerika dan Inggris anak-anak muda asal Indonesia justru menjadi andalan dalam dunia animasi. Karya-karya mereka terbukti mampu menembus pasar dan kemudian menjadi tokoh sentral di balik kesuksesan industri film, dan dunia informasi teknologi.
“Keandalan anak-anak muda Indonesia terbukti dan sudah diakui,” cetus pria kelahiran Pagaralam, Sumatera Selatan itu. Namun katanya, harus diakui, kontribusi teknologi dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dirasakan juga belum begitu signifikan.
Peraih gelar master dan doktor bidang teknik elektro dari Tokai University, Jepang tersebut menjelaskan, beberapa program kegiatan BPPT terkait dengan industri kreatif adalah; pertama, mencari model percontohan klaster industri unggulan.
Kedua, melakukan lanjutan program Pusat Inovasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan model percontohan pengembangan technopreneurship dan inkubasi teknologi.
Ketiga, BPPT melakukan kaji terap budaya inovasi. Dan keempat adalah dengan memodernisasi industri kecil menengah (IKM). Keberadaan industri kreatif yang berbasis IKM lanjutnya, terbukti tangguh menghadapi berbagai tantangan global. Sedangkan di bidang TI, BPPT juga mengembangkan dukungan pada industri software dan teknologi penyiaran digital (digital broadcasting).
Menurut Marzan, pemanfaatan teknologi juga harus terus diperkenalkan ke daerah-daerah. Karena jika ingin memperkuat daya saing Indonesia, tidak hanya dilihat dari daya saing pusat saja, namun daerah justru yang lebih memegang peranan penting. “Harus diingat masa depan Indonesia berada pada pengembangan kreativitas dengan membangun kearifan lokal,”ujarnya.