Wednesday, 21 Dec 2016

17 November 2015

YUK, NONGKRONG DI SENTRA KREATIF PASAR SANTA

PASAR SANTA, YANG BERADA DI SELATAN JAKARTA, TELAH MENJELMA MENJADI PASAR MODERN YANG MEMILIKI SEGMEN  KAWULA MUDA NAN KREATIF.

YUK, NONGKRONG DI SENTRA KREATIF PASAR SANTA

Teks: Zal Hanif

IKREATIFONLINE.COM. Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, Pasar Santa mungkin sudah tidak asing lagi. Maklum, pasar yang sudah dibangun sejak tahun 1970- an ini, lokasinya sangat dekat dengan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta, dan berada di jantung kawasan pemukiman mewah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Seiring perkembangan dan kebutuhan Kota Jakarta, Pasar Santa pun mulai diremajakan. Pada tahun 2007, Pasar Santa dibangun permanen dengan konsep pasar modern. Hanya saja hingga 2014, Pasar Santa masih sepi dari aktivitas bisnis.

Baru pada tahun 2014, setelah komunitas pecinta kopi dan komunitas pencinta piringan hitam masuk, nadi bisnis Pasar Santa mulai berdenyut. Bahkan semakin kencang seiring semakin ramainya komunitas anak muda dengan berbagai macam produk kreatif lainnya ikut bergabung di sana. Alhasil, aneka kios dengan desain unik dan kreatif berlomba menawarkan ragam makanan hingga barang hobi dan koleksi.

Selain lokasinya yang sangat strategis, yakni di Jalan Cipaku, Kebayoran, Jaksel, menu-menu makanan yang ditawarkan pun cukup unik dan menarik. Lihat saja, di sana kita bisa jumpai beragam menu masakan. Mulai dari menu masakan rumahan, masakan tradisional atau makanan daerah, maupun sajian makanan modern dan menu masakan dari luar negeri yang dapat memanjakan lidah para pecinta kuliner.

Dan yang lebih penting lagi, pencinta kuliner tidak perlu merogoh kantong dalam-dalam untuk mencicipi sajian kuliner tersebut. Rata-rata, menu makanan yang umumnya dikelola anak-anak muda kreatif tersebut dibanderol dengan harga yang relatif sangat terjangkau, yakni berkisar Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per porsi.

“Karena mayoritas pengunjung terbesar di sini adalah anak muda, harga menunya pun harus disesuaikan. Sebagai contoh, dengan budget Rp12 ribu saja, konsumen sudah bisa menikmati sajian masakan ala rumahan di Kedai Aput ini,” ujar Ade Putri, pemilik Kedai Aput yang berlokasi di lantai 2 Pasar Santa.

Masih di lokasi yang sama, Anda juga bisa menikmati kuliner yang tidak kalah unik dan menariknya seperti Mie Chino, Ketan Pasar, Sepotong Kue, Roti Eneng, Nyonya Kecil, Mommadon, Bar-na-na dan D.O.G (dibaca diyoji). Khusus D.O.G, makanan ini bukan hanya namanya saja yang unik, tapi hotdognya pun unik. Hotdognya berbeda dengan hotdog pada umumnya, hotdog yang ini berwarna hitam. Ukurannya pun cukup besar dengan sosis dan daging di dalamnya yang juga besar ditambah saus sesuai pesanan.

Ya, sekarang, Pasar Santa telah menjelma menjadi pasar modern yang memiliki segmen kawula muda nan kreatif. Hampir setiap weekend maupun hari libur nasional lainnya, pasar Santa ramai dikunjungi anak-anak muda Jakarta dan sekitarnya. Nah, bagi Anda kalangan muda kreatif yang belum sempat mampir, tidak ada salahnya jika pas weekend untuk mencoba datang ke Pasar Santa. Selain melihat produkproduk kreatif karya anak muda, Anda juga dapat menikmati kuliner unik dan nikmat dengan harga yang terjangkau.





NEWSLETTER


creative-ads