Tuesday, 29 Aug 2017

19 November 2015

JOKO ANWAR: LAHIRKAN FILM-FILM KUALITAS INTERNASIONAL

“Indonesia memerlukan film komersial yang berkualitas agar masyarakat bisa mencintai film-film dalam negeri.”




JOKO ANWAR: LAHIRKAN FILM-FILM KUALITAS INTERNASIONAL

 

Teks dan Foto : Ade Riyan Purnama

IKREATIFONLINE.COM. Dunia film di Indonesia memiliki puluhan sineas yang telah melahirkan film-film dengan kualitas internasional. Salah satunya adalah Joko Anwar. Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara ini telah menyutradarai begitu banyak film. Di antaranya yang begitu fenomenal adalah Janji Joni. Diperankan oleh Nicholas Saputra dan Mariana Renata dengan gaya penceritaan yang sangat baik dari Joko Anwar sendiri, membuat film ini meraih penghargaan sebagai The Best Film di MTV dan bahkan Saint Estetika Teknologi (SET) Film yang diketuai Garin Nugroho memberikan penghargaan khusus untuk Janji Joni dalam ‘cara ber-cerita yang inovatif.’ 

Debut awalnya adalah film Arisan!, dimana Joko Anwar dipercaya menjadi penulis skenarionya oleh Nia Dinata sang sutradara.  Menariknya adalah karena Nia Dinata sendirilah yang mengajak Joko Anwar untuk bergabung dalam produksi filmnya tersebut. Nia begitu terkesan dengan Joko Anwar saat datang mewawancarainya untuk majalah The Jakarta Post tempatnya bekerja dulu. Dari situlah kariernya dimulai. 

Menjadi penulis film, sutradara, kemudian pro-duser, adalah wujud dari pencapaian cita-cita dari pria yang mendapat julukan “sutradara tercerdas di Asia.“  Hobinya nonton film sejak kecil mengerucut di dunia yang sekarang ini ia geluti. Daftar panjang judul-judul film telah lahir dari buah pikirannya, bahkan kualitas film-film tersebut tak bisa dipungkiri menjadi prestasi yang besar bagi bangsa Indonesia sendiri. Sebut saja judul film “KALA“ yang dijuluki sebagai film Noir pertama Indonesia dan mendapatkan pujian dari para kritikus internasional, atau Quickie Express dan Jakarta Undercover yang dinilai sukses secara komersial kare-na memenangkan berbagai penghargaan.

Ditanya mengenai pendapatnya tentang pengaruh film di Indonesia, Joko Anwar mengakui bahwa hingga detik ini menurutnya film-film di Indonesia belum bisa menjadi pengaruh bagi masyarakatnya. “Baru sekadar jadi tontonan aja,” ujarnya santai. Baginya masyarakat di Indonesia belum bisa terpengaruh untuk mengambil sisi positif sebuah film. 

“Segala yang saya buat adalah semua respons saya terhadap hidup,” jelasnya ketika ditanya iKreatif tentang inspirasinya dalam berkarya. Membuat film baginya adalah sebuah kepedulian terhadap kehidupan. Pria yang juga pernah membuat se-buah drama musikal Onrop ini memang banyak memasukkan unsur-unsur bersifat satir dalam karyanya. Seperti film fiksi yang menceritakan tentang kisah seorang perempuan pengidap psikopat, atau film thriller Pintu Terlarang yang didengungkan telah mendapat pujian dari kritikus film internasional sebagai film thriller psikologis yang sangat kreatif. Disebut sebagai film yang “cerdas sekaligus sakit“ Pintu Terlarang bahkan menjadi film yang dinilai akan memperkaya khazanah dunia film di Hollywood.

Sutradara dari film Modus Anomali ini mengatakan bahwa mempertahankan visinya sebagai sutradara yang ideal menurut kemauannya adalah suatu tantang-an tersendiri. “Kita kadang terbentur ekonomi atau bahkan masyarakat yang menilai film kita. Itu membutuhkan daya juang yang kuat,“ jelasnya. Bagi Joko, menjadi seorang sutradara adalah sebuah skill. Semua orang bisa menceritakan sesuatu, tapi tidak semuanya mampu untuk mengubahnya menjadi sebuah tontonan yang komunikatif dan enak dilihat. Begitulah kira-kira Joko Anwar menafsirkan perannya sebagai sutradara. 

“Film itu harus punya jalinan emosional dengan penonton, itu yang penting,“ tegasnya. Film komersil di Indonesia dibuat dengan sangat buruk, sehingga membuat penontonnya hanya akan sekali menonton tanpa keinginan mengulang lagi. Itulah yang membuat Joko Anwar terus terpacu untuk melahirkan film-film komersial yang berkualitas bagus. “Film yang art dan berjaya di festival internasional itu sudah banyak, tapi film-film komersil yang bagus di Indonesia belum ada,“ tandasnya gusar. 

Joko sangat berharap film di Indonesia bisa semakin baik dan mampu meningkatkan kualitasnya secara continue. “Bisa menjadi kehidupan bagi para masyarakat film itu sendiri,“ paparnya. Dan ketika diminta untuk memberikan tips bagi para sineas muda, Joko Anwar hanya mengatakan, “Teruslah berlatih dan perbanyaklah menonton,“ tutupnya mengakhiri obrolan.





NEWSLETTER


creative-ads