Tuesday, 29 Aug 2017

16 August 2016

Tularkan Virus Kreatif Melalui Film

Tularkan Virus Kreatif Melalui Film

iKreatifonline.com, Makassar - Jangan takut mencoba. Gagal karena mencoba akan lebih baik dari pada diam!”. Begitulah motto yang selalu dipegang Syahrir Arsyad Dini, sutradara film Bombe, Sumiyati dan Dumba-Dumba. 

Pria yang akrab disapa Rere ini belakangan memang menjadi perbincangan banyak orang terutama dikalangan insan perfilman tanah air. Alasannya, apalagi kalau bukan karena 3 film hasil karyanya yang booming dan mampu menembus serta bersaing dengan film nasional dan film-film dari Hollywood sekalipun, di Bisokop XXI Kota Makassar dan di kota-kota besar lainnya di Indonesia. 


Fenomenal memang. Apalagi setiap film yang dirilis, selalu mendapat respon yang luar biasa dari penonton, serta membuat industri film di kota Makassar menjadi semakin ber-gairah. Komunitas-komunitas film banyak bermunculan, hing-ga mampu memicu kreatifitas anak muda Makassar dalam industri film. Karenanya, sangat masuk akal jika pentolan sekaligus vokalis Group Band Ar2toic ini begitu bersemangat untuk terus menciptakan karya film yang mengangkat kearifan budaya lokal Makassar atau Sulawesi Selatan secara umum.   


“Saya juga tidak menyangka, film-film yang kami lun-curkan mendapat respon begitu luar biasa dari masyarakat.  Bioskop di Makassar terutama, tidak pernah ada kursi yang kosong, ketika film kami diputar. Bisa jadi karena film ini agak unik, menggunakan logat Makassar dan  mengangkat kearifan lokal Makassar yang selama ini belum pernah ada,” ujarnya kepada iKreatif beberapa waktu lalu di Makassar.


“Seperti di film Bombe, kami menceritakan bagaimana selama ini Kota Makassar identik dengan demontrasi. Nah, di film ini kami meceritakan dampak negatif dari demo tersebut. Hasinya, demo sudah mulai berkurang dan mereka yang suka demo jadi malu sendiri. Bahkan mereka terutama para mahasiswa, banyak yang tertular untuk membuat film,” ujar pria kelahiran Makassar 1975 ini.

 

Otodidak 
Mungkin tidak banyak yang menyangka bahwa bapak dari seorang putra ini hanya membutuhkan waktu 2 bulan untuk mempelajari bagaimana cara membuat film. Berangkat dari profesi sebagai musisi, Rere bersama rekan di Ar2tonic mencoba tantangan baru dengan membuat film perdana mereka; Bombe’.


“Ide walnya kami hanya ingin merubah mindset warga Makassar dengan film. Kalau merubah mindset orang luar, kan agak susah.  Jadi selama 2 bulan kami belajar otodidak memproduksi film. Saya belajar menjadi Sutradara, Drummer belajar editing, gitaris menjadi manejer, yang main bas bagian casting, dan keyboard jadi kameramen,” terang pria yang menciptakan lagu “Assamulaikum” yang digunakan Presiden SBY untuk iklan Ramadhan beberapa tahun lalu ini.




NEWSLETTER


creative-ads