
Teks: Ade Riyan Purnama
IKREATIFONLINE.COM. Bagi penggemar Bon Jovi (grup band asal New Jersey, Amerika Serikat), lirik lagu di atas tentu sudah di luar kepala. Saking tenarnya, mungkin anak muda zaman sekarang akan mengatakan “lagu ini gue banget”. Sama halnya dengan para remaja tempo dulu akan sepakat bahwa it’s my life adalah lagu yang mewakili perasaan mereka. Bagaimana kharisma seorang rocker yang sayang istri ini merasuk di hati setiap orang. Kharisma itu pula yang akhirnya membuat Gelora Bung Karno (GBK) pada 11 September lalu dibanjiri ribuan penonton dan secara kompak menyaikan setiap lagu yang dibawakan oleh sang superstar itu.
Tapi tahukah Anda di balik gemerlap dan kegemilangan acara tersebut sesungguhnya tak lepas dari kerja keras seorang wanita yang bernama lengkap Dewi Ghonta yang duduk sebagai Direktur Java Festival Production (JFP). Mungkin tak berlebihan jika 40.000-an penonton yang menikmati konser Bon Jovi layak berterima kasih atas usaha hebatnya. Karena memang tak mudah mendatangkan band pemilik hits Bad Medicine ini.
“Mereka itu salah satu band terpenting dalam sejarah musik rock dunia,“ jawab Dewi ketika ditanya alasannya mengundang Bon Jovi datang kembali ke Jakarta. Kenyataan bahwa Bon Jovi memang sudah 30 tahun lebih berkarya di blantika musik rock dunia jelas tak terbantahkan. “Dan meskipun sudah selama itu, mereka masih tetap eksis sampai sekarang. Itu istimewa,“ lanjut Dewi menambahkan.
Berangkat dari kenyataan tersebut, Dewi lantas mempersiapkan segala sesuatunya dengan kematangan yang sempurna. “Kami sudah prepare mulai dari bulan Juni,“ ujarnya bercerita. Management artis merupakan jalur yang tak pernah putus dihubungi Dewi demi kelancaran teknis konser. “Ya kami harus terus koordinasi dengan mereka untuk produksi panggung, tata lampu, tata suara dan lainya,“ kata wanita berusia 41 tahun yang energik ini. Dewi juga mendapat supported dari Signaturemoment sebagai presenting sponsor.
Konser besar ini menurut Dewi membutuhkan konsentrasi penuh untuk mempersiapkannya. “Skala produksi yang besar bisa menjadi kendala kalau kita kurang fokus menanganinya,” ujar Dewi menjawab pertanyaan tentang kesulitan yang dihadapi menjelang konser besar dari band yang berdiri tahun 1983 ini. “Tapi untuk menanggulanginya kami sudah menunjuk pihak-pihak yang telah berpengalaman di bidangnya untuk memperkecil kendala teknis saat konser berlangsung,“ urai Dewi menjelaskan lebih lanjut.
“Keamanan menjadi salah satu hal penting yang menjadi perhatian kami selama persiapan. Kami punya internal secure dan kami juga bekerja sama dengan aparat selama konser berlangsung,“ ujarnya ketika ditanya tentang banyaknya kerusuhan di konser-konser besar Indonesia. “
Ya, malam itu, David Bryan (keyboardist), Matt O’ree (guitar), Pill X (guitar), Tico Torres (drum) dan tentu saja Jon Bon Jovi (vocalis) mampu membius penonton dengan memboyong lagu that’s the water made me yang kompak diikuti oleh penonton. Sebelumnya konser dibuka oleh Sam Tsui yang terkenal melalui Youtube dan Judika yang menyanyikan lagu Indonesia Raya.