
Teks: Iwan. K & Rusli M. Tang
IKREATIFONLINE.COM. Muda dan kreatif. Begitulah gambaran pria yang akrab disapa Rando ini. Meski masih berstatus mahasiswa, namun ia sudah menjalani profesi di bidang seni dan berhasil menorehkan sejumlah prestasi. “Dari usaha kreatif ini, saya bisa bayar kuliah sendiri, beli pakaian sendiri, beli motor sendiri, dan beli mobil sendiri, serta semua fasilitas yang saya butuhkan untuk menunjang aktivitas sebagai beatboxer,” kata pemuda kelahiran Jakarta, 4 Maret 1992 yang bercita-cita mendirikan perusahaan di bidang desain.
Kini di bawah bendera usaha Jakarta beatbox yang dikibarkannya, Rando (begitu paggilannya) berhasil menghimpun talenta-talenta muda dari seluruh Indonesia yang memiliki keahlian di dunia seni beatbox atau seni mengeluarkan beragam efek suara dari mulut atau yang biasa disebut beatboxer.
Mahasiswa semester akhir di Universitas Binus, Jakarta, ini, sekarang menjadi CEO di usaha kreatif yang didirikan sejak tahun 2010. “Usaha ini diawali ketika saya membuat tutorial belajar jadi beatboxer di youtube. com. Ternyata banyak orang yang tertarik dan akhirnya saya lanjutkan dengan membuka kelas les privat beatboxer,” cerita Rando alias Gazelle Cross.
Karena video tutorial yang dibuatnya tersebut banyak peminatnya, kini semuavideo yang dibuat diapresiasi oleh youtube.com. “Kami juga mendapat kehormatan diundang untuk menghadiri acara Youtube Fans Festival dan juga Google Event di Singapura tahun 2014 kemarin,” cerita Rando yang sudah menularkan ilmunya kepada 200 murid beatboxernya.
Usaha keras Rando dan kawan-kawannya membuahkan hasil. Banyak yang antusias ikut kelas privat di Gazelle Beatbox School. Saat ditemui Majalah iKreatif, di kantornya di Pengadegan, Jakarta Selatan, Rando sedang sharing pengalamannya kepada sedikitnya 20 anak yang ingin menjadi beatboxer profesional. Rando juga bekerja sama dengan School of Music Indonesia dengan mengisi satu mata pelajaran seni beatbox di sekolah tersebut.
“Misi saya adalah ingin mengajak sebanyak mungkin orang untuk mengenal dan menggemari seni beatbox. Kemudian bisa berkarya menghasilkan rejeki dari usaha yang modalnya sangat sederhana yaitu hanya mengandalkan mulut, satu modal yang sudah disediakan Tuhan sejak kita lahir,” pungkas Rando.
Jakarta beatbox yang didirikan Rando juga sudah melahirkan sejumlah beatboxer melalui kursus yang diselengarakan. Cukup merogoh kocek Rp300.000 per bulan, Anda bisa mempelajari seni musik dari mulut ini. Adapun tingkatan pendidikan beatbox terdiri atas 3 level. Yakni basic, advanced video yang dibuat diapresiasi oleh youtube.com. “Kami juga mendapat kehormatan diundang untuk menghadiri acara Youtube Fans Festival dan juga Google Event di Singapura tahun 2014 kemarin,” cerita Rando yang sudah menularkan ilmunya kepada 200 murid beatboxernya. Usaha keras Rando dan kawan-kawannya membuahkan hasil. Banyak yang antusias ikut kelas privat di Gazelle Beatbox School. Saat ditemui Majalah iKreatif, di kantornya di Pengadegan, Jakarta Selatan, Rando sedang sharing pengalamannya kepada sedikitnya 20 anak yang ingin menjadi beatboxer profesional. Rando juga bekerja sama dengan School of Music Indonesia dengan mengisi satu mata pelajaran seni beatbox di sekolah tersebut.
“Misi saya adalah ingin mengajak sebanyak mungkin orang untuk mengenal dan menggemari seni beatbox. Kemudian bisa berkarya menghasilkan rejeki dari usaha yang modalnya sangat sederhana yaitu hanya mengandalkan mulut, satu modal yang sudah disediakan Tuhan sejak kita lahir,” pungkas Rando. Jakartabeatbox yang didirikan Rando juga sudah melahirkan sejumlah beatboxer melalui kursus yang diselengarakan. Cukup merogoh kocek Rp300.000 per bulan, Anda bisa mempelajari seni musik dari mulut ini. Adapun tingkatan pendidikan beatbox terdiri atas 3 level. Yakni basic, advance dan terakhir level pro. Tertarik?